Newbie Fox In Blogger
[close]
Tampilkan postingan dengan label visual foxpro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label visual foxpro. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2011

Cara Memanfaatkan Fitur AutoComplete di Visual Foxpro

Hai-hai newbie foxer kembali lagi saya akan sharing tentang pemrograman visual foxpro.

Kontrol textbox dalam Visual FoxPro 9 memiliki sebuah properti baru yang bernama Autocomplete. Property Autocomplete dapat digunakan untuk mengaktifkan fasilitas untuk dapat membantu melakukan input data dengan cepat. Bila kalian telah mengaktifkan fasilitas ini maka nilai, kata maupun kalimat yang pernah teman – teman ketikkan di textbox akan otomatis tampil di dalam list, saat teman – teman ingin mengetikkannya lagi. textbox yang sudah mengaktifkan fasilitas AutoComplete ini akan terlihat seperti gambar di bawah ini :

image

Cara mengatur AutoComplete di Textbox

Ada tiga property di textbox yang digunakan untuk mengatur fasilitasAutoComplete ini. Ketiga properties tersebut adalah :

  1. AutoComplete. Di dalam property AutoComplete ada 5 pilihan parameter berikut ini :
    0 - No autocomplete Ini adalah parameter default dari propertyAutoComplete yang menandakan bahwa fasilitas AutoComplete tidak diaktifkan.
    1 - An alphabetical list. Bila memilih parameter ini maka AutoComplete aktif dan list yang ditampilkan isinya akan diurutkan dari A-Z.
    2 - With the most frequently-used values first. Bila memilih parameter ini maka AutoComplete aktif dan list yang ditampilkan isinya akan diurutkan berdasarkan nilai, kata atau kalimat yang paling sering diketikkan di textbox.
    3 - With the most recently-used values first. Bila memilih parameter ini makaAutoComplete aktif dan list yang ditampilkan isinya akan diurutkan berdasarkan nilai, kata atau kalimat yang paling terakhir di ketikkan ditextbox.
    4 - In a user-defined order. Bila memilih parameter ini maka AutoCompleteaktif dan list yang ditampilkan serta pengurutan isinya bisa ditentukan oleh kalian sendiri.
  2. AutoCompTable. Ini adalah property yang digunakan untuk menentukan list yang ditampilkan aka n berasal dari table apa. Bila dibiarkan kosong maka Visual Foxpro akan secara otomatis menciptakan sebuah table yang bernama AutoComp.dbf. Di table AutoComp.dbf inilah semua data yang ditampiilkan di list itu berasal.  Bila teman – teman tidak ingin menggunakan table AutoComp.dbf yang diciptakan secara otomatis oleh Visual Foxpro dan ingin membuat sendiri table tersebut, maka teman – teman mengatur agar table tersebut mempunyai struktur field seperti di bawah ini :

  3. AutoCompSource. Ini adalah property yang digunakan untuk mengidentifikasi textbox mana yang akan digunakan sebagai sumber data dalam AutoComplete. Jika teman – teman membiarkannya kosong, maka secara otomatis dianggap nama dari textbox yang bersangkutanlah yang menjadi sumbernya. Dengan property ini nanti teman – teman bisa mengatur, misalkan ada dua texbox di form , kemudian ingin agar isi list data yang ditampilkan di kedua textbox tersebut sama, maka di keduatextbox tersebut, property AutoCompSource ini bisa diisikan dengan nama textbox yang sama (dipilih dari salah satu textbox tersebut).

Semoga Bermanfaat ^_^

Read more »

Struktur Percabangan/Kondisi Di Pemrograman Visual Basic dan Visual Foxpro

Hai-hai Newbie foxer….
Kali ini saya ingin menge-share penjelasan struktur kondisi baik if Yang saya bahas kaliini mengenai STRUKTUR IF dalam visual basic. Pada dasarnya dalam visual basic dan visual foxpro dikenal dengan 3 macam IF (oercabangan),diantaranya :

1. IF SEDERHANA

2. IF MAJEMUK

3. NESTED IF

IF SEDERHANA merupakan sebuah percabangan yang hanya terdapat 2 kondisi/syarat.Dan jika di implementasikan ke listing program menjadi seperti berikut ini :

If Kondisi 1 then
   pernyataan ke 1 dari kondisi ke 1
else
  pernyataan ke 1 dari kondisi ke 2
endif

Listing diatas dapat di artikan sebagai kondisi percabangan dimana ada 2 buah kondisi, dan pada rumus IF sendiri dapat kita tuliskan sebagai

If = N - 1

“N” adalah banyaknya kondisi/syarat.

 
IF MAJEMUK adalah kondisi dimana terdapat kondisi/syarat lebih dari 2 kondisi/syarat. Dan jika di implementasikan ke listing programnya menjadi seperti dibawah ini :

If Kondisi 1 then
    pernyataan ke 1 dari kondisi ke 1 
else
    If Kondisi 2 then
        pernyataan ke 1 dari kondisi ke 2
    else  
       pernyataan ke 1 dari kondisi ke 3
   End If
End If

 

NESTED IF merupakan kondisi di dalam kondisi., Dan jika di implementasikan kedalam listing program maka akan menjadi sebagai berikut :

If Kondisi 1 then
    pernyataan ke 1 dari kondisi ke 1
      IF kondisi 1.1 then
          pernyataan ke 1 dari kondisi 1.1
      else
          pernyataan ke 1 dari kondisi 1.2 
      End If
else
   pernyataan ke 1 dari kondisi ke 2 
      IF kondisi 2.1 then
          pernyataan ke 1 dari kondisi ke 2.1
      else
          pernyataan ke 1 dari kondisi ke 2.2
      End If
End If
Nah itulah beberapa struktur percabangan/kondisi dalam Visual Basic dan Visual Foxpro, Listing diatas tidak harus sesuai pada penulisannya. Semua masih bisa kalian kembangkan dan kalian modifikasi sesuai dengan kebutuhan program kalian.
Karena penulisan diatas adalah sebuah contoh untuk menuliskan format percabangan/kondisi dalam pemrograman visual.

Jika masih terdapat kesalahan penulisan di atas mohon maaf yang sebesar-besarnya…

Semoga Bermanfaat

Read more »

Jumat, 28 Oktober 2011

Konsep One to Many

Kali ini newbie akan membahas konsep relasi One To Many, yuk kita baca penjelasannya.
Konsep One to Many ini biasanya digunakan saat membuat form transaksi seperti pada form tansaksi penjualan, pembelian, peminjaman buku dan lain - lain. Sekarang kita akan mencoba untuk membuat aplikasi sederhana yang menerapkan konsep tersebut. Sebagai contoh anggap saja kita akan membuat sebuah form transaksi dimana dalam form tersebut terdapat 3 tabel yang saling berhubungan, field dan relasi tabel tersebut ditunjukkan dengan gambar di bawah ini.

Tabel diatas adalah cuplikan keterkaitan table pada  konsep Master - Detail yang ada di aplikasi penjualan. Field di masing - masing tabel tersebut memang sengaja dibuat sederhana dan hanya mengambil field - field pentingnya saja, biar lebih mudah kita gunakan untuk belajar. Desain tampilan dari form transaksi yang menggabungkan ke tiga tabel tersebut contohnya adalah seperti gambar di bawah ini.
image
Logika untuk melakukan penyimpanan pada form transaksi yang menggunakan konsep Master - Detail atau One to Many dengan contoh seperti gambar di atas, berbeda jika dibandingkan bila kita membuat form master atau di dalam form hanya menggunakan satu table. Salah satu konsep logika yang bisa digunakan untuk melakukan penyimpanan data dengan konsep Master - Detail atau One to Many ini adalah :
  1. Saat form dijalankan secara otomatis membuat table temporary, bisa menggunakan Cursor atau Table biasa. Struktur dari table temporary ini intinya harus ada Field kunci dari tabel master, dalam contoh di atas adalahKdBrg yang merupakan kunci dari table barang, dan selanjutnya bisa ditambahkan field - field informasi mengenai data dari table master yang digunakan dalam contoh seperti harga dan nama barang. Selain field dari table barang dalam contoh, harus di tambahkan juga salah satu field dari table detail yaitu jumlah jual yang berguna untuk mendapatkan informasi subtotal dari jumlah penjualan barang tertentu per transaksi. Contoh struktur dari table temporary adalah seperti yang ditampilkan di grid pada gambar diatas.
  2. Saat melakukan operasi penambahan barang, yang berfungsi adalah table temporary tersebut.
  3. Setelah penambahan barang selesai dan dilakukan penyimpanan, maka data yang ada disimpan ke table penjualan dan khusus untuk table detailakan diisi dengan data yang ada di table temporary atau dengan kata lain saat melakukan simpan ini data yg ada di table temporary di salin ke dalamtable detail. Jadi dalam satu penyimpanan ada kemungkinan record yang bertambah di dalam table detail bisa lebih dari satu data sedangkan record yang masuk di table penjualan tetap satu data, Inilah makanya dinamai juga dengan One to Many.
Konsep logika  penyimpanan diatas, hanya salah satu cara, karena pasti akan ada berbagai macam cara dan logika untuk melakukan hal ini yang tergantung kreatifitas dari masing - masing programmer. Bila teman - teman ingin langsung mengutak - atik contoh dari project untuk penerapan konsep Master - Detail atau One to Many ini, silahkan downoad project sederhananya di link di bawah ini. Khusus bagi teman - teman yang baru belajar, bisa juga belajar membuat No Transaksi otomatis dengan contoh project ini.

sumber
Untuk Contohnya programnya bisa di download di bawah ini
download (1)

Read more »

Kamis, 27 Oktober 2011

Dasar Property Form Dan Procedure Pada Visual Foxpro

Berikut ini merupakan posting untuk teman - teman yang baru belajar Visual Foxpro untuk lebih mengenal Form yang ada di Visual Foxpro. Dalam pemograman yang berbasiskan GUI (Graphical User Interface) Form merupakan bagian yang tak mungkin terlepaskan dari pembuatan aplikasi, karena Form merupakan tempat atau wadah yang dipergunakan untuk meletakkan kontrol - kontrol yang lain sehingga dipergunakan sebagai saranan untuk berinteraksi dengan user. Dalam artikel kali kita akan mencoba mengenal hal - hal yang berhubungan dengan form, mulai dari procedure, property dan syntak - syntak yang terkait dengan pengaksesan Form di Visual Foxpro.

Cara Membuat Form :

Pertama kita mulai dari yang paling sederhana yaitu dengan cara yang digunakan untuk membuat form di Visual Foxpro. Secara umum ada 3 pilihan cara yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut :

  1. Dari jendela utama Visual Foxpro, Pilih menu File - New - Form - New File
  2. Dari Command Window ketikkan Create Form <NamaForm>, Misal Create Form FormUtama
  3. Bila teman - teman ingin mencoba membuat form melalui source code bisa coba syntak dasarnya berikut ini dan jalankan di command window atau taruh di file prg.

    PUBLIC oForm

    tForm = CREATEOBJECT('formtester')

    tForm.show()

    RETURN .t.

    DEFINE CLASS formtester AS form

    ENDDEFINE

Cara Menjalankan Form :

Untuk menjalankan form ada beberapa cara juga yang dapat dilakukan yaitu :

  1. Bila hanya ingin menjalankan / Run Form bisa tekan CTRL + E
  2. Bila ingin menjalankan form melalui syntak bisa dengan menggunakan syntak Do Form <NamaForm>, Misal Do Form formtester. Syntak ini nantinya bisa dijalankan melalui Command Window atau di taruh di dalam procedure di kontrol. Syntak Do Form ini bisa juga digunakan untuk melewatkan parameter ke form.

Procedure Penting di Form :

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai procedure, teman - teman harus tau dulu apa yang dimaksud dengan procedure. Procedure cara mudahnya bisa diartikan sebagai suatu kejadian tertentu di dalam form. Misalnya saat teman - teman menjalankan form dan kemudian teman - teman merubah ukurannya atau membuat form tersebut menjadi Maximize atau Minimize, berarti saat melakukan hal itu teman - teman sedang menjalankan procedure Resize. Bila teman - teman memberikan syntak atau source code di procedure Resize tersebut maka saat teman - teman melakukan perubahan ukuran form, syntak yang ada diprocedure Resize secara otomatis akan dijalankan.

Pemahaman tentang procedure dan kejadian apa yang ditangani itu adalah sangat penting. Karena dengan pemahaman ini tidak akan muncul lagi pertanyaan mengenai "syntak ini ditaruh dimana ya???" yang biasanya terlontar oleh teman - teman yang baru belajar pemrograman visual. Berikut ini akan coba kita kenalprocedure - procedure yang dimiliki oleh form, tetapi tentunya tidak semuaprocedure, procedure - procedure umum dan sering digunakan saja yang mungkin kita akan coba bahas, untuk procedure yang lain teman - teman bisa coba pelajari sendiri.

Procedure yang wajib dipahami pertama kali adalah procedure yang pasti dijalankan saat kita menjalankan sebuah form. Procedure tersebut adalah load, init, activate, deactivate, destroy dan unload. Berikut penjelasan dari masing - masing procedure tersebut :

Procedure yang dijalankan pertama kali saat kita menjalankan form adalahprocedure load, procedure load ini adalah saat dimana aplikasi mengalokasikan memory yang dibutuhkan untuk menjalankan semua kontrol di form. Di procedure load ini kontrol - kontrol di form belum terbentuk, jadi kalau teman - teman ingin mengatur property suatu kontrol misal dengan syntak :
thisform.text1.value="newbie-fox oke"
maka dipastikan akan error karena kontrol text belum terbentuk dan hanya baru di load ke dalam memory, syntak yang bisa ditaruh atau diletakkan di procedure loadini adalah syntak - syntak yang tidak ada hubungannya dengan mengakses kontrol misalnya set default, set path, set delete dan lain - lain, serta syntak - syntak yang berhubungan dengan database misalnya use, sqlconnect, sqlstringconnect, create cursor dan lain - lain.

Setelah procedure load, procedure yang otomatis dijalankan adalah procedure init, di procedure init lah semua kontrol di bentuk, bila teman - teman ingin melakukan pengaturan atau setting property awal di kontrol melalui syntak silahkan di taruh di procedure init saja, syntak seperti :
thisform.text1.value="newbie-fox oke"
tidak akan error bila dijalankan di procedure init. Di procedure init juga tempat menerima parameter bila kita ingin menjalankan form dengan melewatkan parameter tertentu.

Setelah procedure init berikutnya adalah procedure activate, bila procedure loaddan init pasti hanya dijalankan satu kali dalam kondisi default, tetapi kalauprocedure activate ini bisa dijalankan lebih dari satu kali saat form dijalankan.Procedure activate ini terjadi bila form sedang mendapatkan focus.

Kebalikan dari ketiga procedure load, init dan activate adalah deactivate, destroydan unload. Saat teman - teman menutup form maka procedure yang secara berurutan di jalankan adalah procedure activate, destroy dan unload. Beberapa procedure form yang lain diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Resize : Terjadi saat ukuran form berubah
  • Click : Terjadi saat user melakukan klik di form
  • DblClick : Terjadi saat user melakukan double klik di form
  • RightClick : Terjadi saat user melakukan klik kanan di form
  • GotFocus : Terjadi form mendapatkan focus
  • LostFocus : Terjadi form mendapatkan kehilangan focus
  • Moved : Terjadi saat posisi form berubah
  • Keypress : Terjadi saat user melakukan penekanan tombol keyboard saat aktif di form

Property Penting di Form

Property Form adalah atribut berisikan nilai yang digunakan untuk melakukan pengaturan di Form. Berikut ini adalah beberapa property penting form yang wajib untuk dipahami maksudnya :

  1. AlwaysOnBottom : Bila bernilai .T. maka form akan selalu berada di belakang form lain
  2. AlwaysOnTop : Bila bernilai .T. maka form akan selalu berada di depan form lain
  3. AutoCenter : Bila bernilai .T. saat form dijalankan posisinya akan berada di tengah layar
  4. BackColor : Untuk mengatur warna backgroud dari form
  5. BorderStyle : Untuk menentukan apakah form bisa diubah ukurannya saat dijalankan apa tidak, silahkan di coba - coba aja variasinya
  6. Caption : Untuk mengatur string yang akan ditampilkan di judul / caption form
  7. Closable : Bila bernilai .T. maka form bisa di tutup dengan melakukan klik di tombol close
  8. ControlBox : Bila bernilai .F. maka icon tombol Max, Min dan Close akan tidak ditampilkan
  9. Desktop : Bila bernilai .T. maka form akan mempunyai handle window dan bisa ditampilkan di luar form induk
  10. Height : Mengatur tinggi form
  11. Icon : Untuk menentukan icon yang akan ditampilkan di form, bila kosong maka icon Visual Foxpro lah yang akan ditampilkan
  12. Left : Mengatur posisi form dari kiri layar
  13. MaxButton : Bila bernilai .F. tombol Max akan tidak ditampilkan
  14. MinButton : Bila bernilai .F. tombol Min akan tidak ditampilkan
  15. MousePointer : Untuk memilih icon cursor saat cursor aktif di form
  16. MouseIcon : Untuk menentukan icon cursor sendiri yang diaktifkan dengan memilih pilihan Custom pada Property MousePointer
  17. Movable : Bila bernilai .F. maka form tidak akan bisa diubah posisinya saat dijalankan
  18. Picture : Untuk menampilkan gambar sebagai backgroud Form
  19. ShowTips : Bila bernilai .T., Tooltips di setiap kontrol yang ada di dalam form akan ditampilkan
  20. ShowWindow : Mengatur jenis form, bila bernilai 2 maka form bisa dianggap form induk dan bisa untuk menampilkan menu, Bila bernilai 1 maka form sebagai form anak yang akan ditampilkan di dalam form induk.
  21. Top : Untuk mengatur posisi form dari atas layar
  22. TitleBar : Bila bernilai .F. maka titlebar form tidak akan ditampilkan
  23. Visible : Bila bernilai .F. maka form tidak tampak saat dijalankan.
  24. Width : Untuk mengatur lebar form
  25. WindowState : Untuk mengatur form saat ditampikan, apakah dalam kondisiNormal, Maximize atau Minimize.

Semoga Postingan kali ini bermanfaat untuk teman-teman yang ingin belajar
Microsoft Visual Foxpro

Read more »